Pengalaman Membuat Passport

Jadi, seperti yang sudah saya katakan di post sebelumnya, kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya dalam membuat paspor.

Sharing is caring. 

Melihat banyak pengalaman orang lain yang harus bolak balik Kantor Imigrasi beberapa waktu yang lalu membuat hati saya terketuk untuk berbagi pengalaman ini, hehe. Jadi, siapa tahu post kali ini bisa membantu memberikan pencerahan kepada bapak/ibu/mba/mas/kakak/adik sekalian yang berencana akan membuat paspor atau memperpanjang paspor.

Pada dasarnya, alur pembuatan paspor baru dan perpanjangan masa berlaku paspor itu sama. Persyaratannya pun hampir sama. Dan, jika ditanya apakah prosesnya sulit atau tidak? Saya bisa katakan, tidak. Saya cukup senang melihat bahwa birokrasi di negara tercinta kita ini sekarang mulai berbenah. Nah, birokrasinya sudah mulai berbenah, giliran masyarakatnya juga dong ikut berbenah. ☺

Sebagai informasi, saya membuat paspor secara manual (walk in) dan saya membuatnya di Kantor Imigrasi Unit Layanan Paspor (ULP) Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. 162/348 (saya juga bingung tentang nomornya karena di gedungnya tertulis no. 162 tapi di Google Maps, alamatnya di no. 348). Patokan jelas Kantor ULP ini adalah Gedung Bina Citra Lestari Lantai 3. Gedung Bina Citra Lestari itu tepat di samping Gedung Bandung Convention Center (BCC) dan kalau dari arah Cimahi, letaknya setelah Terminal Leuwipanjang.

Pertama. Apa yang harus dipersiapkan?

1. Niat dan waktu

Niat itu penting, supaya kalau disuruh bolak balik karena satu dan lain hal, ngga gampang putus asa dan emosional. Niat juga penting supaya proses mempersiapkan berkas yang disyaratkan dijalani dengan sungguh-sungguh.

Waktu juga sangat penting. Kantor Imigrasi Unit Layanan Paspor (ULP) Bandung itu mulai beroperasi pukul 07.30 pagi. Tapi, sudah bisa dipastikan antrian akan dimulai dari pukul 06.00. Kantor Imigrasi memberlakukan sistem first come first serve. Jadi, semakin pagi anda datang, semakin cepat aplikasi paspor anda untuk diproses. Begitu pun sebaliknya, semakin siang anda datang, semakin lama pula anda harus menunggu, atau bahkan, semakin besar pula kemungkinan anda pulang dengan tangan hampa dan kembali lagi keesokan harinya.

2. Dokumen identitas pribadi

Sebenarnya syarat dokumen untuk paspor itu terbilang sederhana. Jadi, selama anda menjadi warga negara yang baik dengan selalu melengkapi dokumen pribadi yang wajib dimiliki, anda tidak akan menemukan kesulitan yang berarti.

Dokumen yang dibutuhkan adalah:

  • 1 Copy KTP yang berlaku (bagi yang belum mempunyai e-KTP, ayo sebaiknya diurus terlebih dahulu)
  • 1 Copy Akta Kelahiran
  • 1 Copy Kartu Keluarga
  • 1 Copy Ijazah terakhir/Buku Nikah
  • Bagi yang ingin memperpanjang paspor lamanya, dibawa juga paspor lamanya.
  • Materai 6000 (jumlahnya disesuaikan dengan jumlah paspor yang ingin dibuat, pembuatan satu paspor membutuhkan satu materai)

Hal-hal penting untuk diperhatikan dari semua berkas/dokumen adalah:

1.Pastikan semua data yang tertulis di semua berkas itu sama. Pastikan nama, alamat serta tempat tanggal lahir yang ada di KTP, KK, Akta Kelahiran dan Ijazah atau Buku Nikah itu sama. Petugas Kantor Imigrasi tidak akan menolerir perbedaan data, meskipun itu hanya satu huruf. Anda akan disuruh pulang lagi untuk mengurus surat keterangan mengenai data yang berbeda sampai di tingkat kecamatan.

Saya mengalami hal ini. Jadi, nama di KTP saya itu masih nama yang salah dan saya baru akan menerima KTP saya yang telah dikoreksi nanti di Bulan Desember. Jadi, satu-satunya cara agar tetap diproses aplikasi paspornya adalah dengan meminta surat keterangan mengenai kesalahan data di KTP sampai tingkat kecamatan. Berdasarkan pengalaman saya, saya harus meminta surat rujukan ke RT terlebih dahulu lalu ke RW dan kemudian ke Kelurahan. Nah, surat keterangan dibuatnya di Kelurahan, untuk nanti di legalisir di Kecamatan.

2.Bawa semua berkas aslinya saat anda datang ke kantor imigrasi. Tanpa berkas aslinya, aplikasi paspor anda tidak akan bisa diproses.

3. Bagi yang bukan asli berdomisili di Bandung, mahasiswa/i dari luar kota contohnya, bisa membuat paspor dengan menggunakan KTM dan (mungkin) meminta surat keterangan juga sampai tingkat kecamatan.

4. Buatlah semua copy-an dokumen di kertas ukuran A4. Semuanya. Begitu pun KTP, jadi copy KTP-nya jangan digunting sesuai ukuran KTP ya.

Semua persyaratan berkasnya lengkap dan akurat. Kedua, apa yang harus dilakukan?

1. Persiapkan semua copy-an berkas dan aslinya dalam satu map.

Mapnya bebas. Ini ditujukan agar memudahkan anda dan petugas Kantor Imigrasi dalam melakukan pengecekan.

2. Bangun dan berangkat sepagi mungkin.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa Kantor Imigrasi memberlakukan sistem first come first serve. Pengambilan nomor antrian pun hanya sampai pukul 10.00. Tapi, saya sangat sarankan anda datang sebelum pukul 07.00.

3. Mengambil nomor antrian pemeriksaan dokumen/mendaftar di waiting list

Nomor antrian ini hanya ada 100 nomor dan akan habis sebelum jam 07.30. Bagi yang tidak mendapat  nomor antrian, akan masuk data waiting list yang ada di meja keamanan di luar. Kemarin saya sampai di KanIm pukul 07.47, dan saya sudah masuk waiting list no. 27 (yang berarti nomor antrian saya itu 127). Saya sampai disana pukul 07.47, dan baru dipanggil ke meja pemeriksaan dokumen pukul 10.00 (Haha lama yaaa). Ada tiga petugas yang akan melayani pemeriksaan dokumen ini.

4. Mengisi formulir.

Jika berkasnya lengkap,semua berkas akan dimasukkan ke dalam map kuning (dari Kantor Imigrasi) dan anda juga akan diberikan nomor antrian untuk wawancara, foto dan sidik jari. Akan terdapat dua lembar formulir di dalam map yang harus anda isi sambil menunggu nomor antrian anda dipanggil. Formulir pertama adalah formulir biodata yang berisi nama, alamat, tempat tanggal lahir, kantor, nama orang tua, tempat tanggal lahir orang tua, alamat orang tua, dsb. Sedangkan formulir kedua adalah formulir surat pernyataan, nah formulir ini yang membutuhkan materai 6000.

Setelah mengisi formulir ini, silakan menunggu nomor anda dipanggil. Saya sendiri kemarin harus menunggu 1,5 jam sampai akhirnya dipanggil untuk wawancara, foto dan pengambilan sidik jari. Sebenarnya tertulis disana ada 8 loket wawancara yang tersedia. Tapi, kemarin saya hanya melihat 3 loket saja yang beroperasi.

5. Setelah dipanggil, silakan masuk ke loket sesuai nomor antrian anda.

Proses wawancara, pengambilan foto dan pengambilan sidik jari berlangsung cukup cepat. Lamanya kurang lebih 15 menit/orang. Wawancara juga sebatas pertanyaan seperti mau kemana? tujuannya apa? dsb. Setelah proses wawancara, foto dan pengambilan sidik jari ini selesai, anda akan diberikan dua buah kertas. Yang satu merupakan kertas pembayaran dan yang lain adalah kertas biodata (saya juga ngga ngerti fungsi kertas kedua).

6. Melakukan pembayaran ke bank.

Setelah mendapatkan kertas pembayaran, anda bisa langsung melakukan pembayaran ke bank atau kantor pos yang berafiliasi dengan Kantor Imigrasi. Saya tidak tahu daftar bank lengkapnya, tapi kemarin saya melakukan pembayaran ke bank BNI. Mungkin anda bisa bertanya ke keamanan bank yang anda tuju apakah anda bisa melakukan pembayaran paspor disana.

Total yang harus saya bayar itu Rp 355.000. Kalau saya tidak salah, Rp 5.000 itu merupakan biaya administrasinya. Paspor anda baru akan bisa diambil setelah 3 hari kerja terhitung dari tanggal anda melakukan pembayaran. Saya kemarin melakukan pembayaran hari Rabu dan petugas Kantor Imigrasi mengatakan saya bisa mengambil paspor hari Senin mendatang.

7. Mengambil paspor

Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, pengambilan paspor dapat dilakukan setelah 3 hari kerja sejak pembayaran paspor dilakukan. Dan, pengambilan paspor hanya bisa dilakukan dari pukul 13.00-14.30. Anda cukup membawa bukti pembayaran dari bank dan bukti pembayaran yang diberikan oleh Kantor Imigrasi. Begitu sampai di KanIm, langsung saja menuju meja pemeriksaan berkas. Berikan dua bukti pembayaran tadi, nanti anda akan diberikan nomor antrian.

Pengambilan paspor ini hanya bisa diwakili oleh anggota keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarga. Dan, jika diwakili orang lain, maka anda harus membuat surat kuasa bermaterai.

Kemarin saya mendapatkan nomor antrian 5-073 sedangkan di layar loket pengambilan paspor tertulis 5-003. Sempat deg-degan harus menunggu berjam-jam. Tapi, tidak sampai 5 menit kemudian, nama saya dipanggil padahal saya lihat masih banyak orang yang menunggu lebih dulu dari saya belum dipanggil. Asumsi saya sih, pemanggilan nama diurutkan dari tanggal pembayaran. Seperti yang sudah saya sebutkan, sebenarnya saya bisa mengambil paspor dari hari Senin, tapi karena satu dan lain hal, saya baru bisa mengambil paspor hari Rabu. Dan yeay! paspor saya sudah jadi. Here it is~

img_20161013_211532

Advertisements