You are…My MOM

Mrs.Nonoy Ratna Suminar (1954-2011)

kubuka album biru
penuh debu dan usang
kupandangi semua gambar diri
kecil bersih, belum ternoda…

fikirku-pun melayang
dahulu penuh kasih
kudengar semua cerita orang,
tentang riwayatku…

*kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang

nada nada yang indah
slalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
tak-kan jadi deritanya

tangan halus dan suci
telah mengangkat tubuh ini
jiwa raga dan seluruh hidup
rela dia berikan…

*kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang

ooh bunda ada dan tiada dirimu
kan selalu ada di
dalam hatiku…

Advertisements

7 X 24 jam telah tanpamu

Ada hawa berbeda di rumah ku malam ini.
Bukan tentang rumahku yang semakin berantakan, karena biasanya pun seperti itu adanya.
Bukan pula tentang Trans studio Bandung sudah mulai dibuka untuk umum di BSM. Jelas bukan tentang itu karena tidak ada korelasinya sama sekali.
Lantas tentang apaaa?

Tentang cinta? Bukan! Saya JOMBLO plisss! *sensitif langsung
Tentang hati? Say NO to GALAU! *belakangan ini saya mulai sedikit kamerkaan dengan kata “GALAU” yang terdengar membabi buta dihari-hari saya. Butuh kosakata lain pliss!
Terus tentang apaaaaaa????

*mulai serius…
Ini tentang almarhumah ibu saya.
Malam ini, Jumat 17 Juni 2011 adalah malam ke-7 tahlilan kepergiannya.
Jujur, entah mengapa, saya belum terlalu merasa kehilangan kemarin-kemarin.
Meskipun, tetep aja rasa rindu menggebu selalu hadir menerpa setiap saya melihat sesuatu yang berhubungan dengan ibu saya.

Seperti di hari selasa kemarin, saat saya memesan nasi rawon sebagai makanan siang saya.
Di akhir makan siang, saya tiba-tiba merindukan ibu saya. Mau tau kenapa?
Rasa rindu itu muncul karena saya melihat sebiji kacang merah dalam mangkok rawon saya.
Masih terekam jelas, saat saya membuatkan sayur kacang merah untuk mamah saat dia masih sakit.
Masih tergambar dengan sempurna, betapa lahapnya mamah makan sayur merah buatan saya itu meskipun rasa-rasanya untuk ukuran sayur kacang merah, sayur buatan saya itu kurang asem, kurang asin, dan kurang manis.
Tapi mamah mau menghargai hasil masak saya. Kini, entah untuk siapa lagi saya masak sayur kacang merah yang banyak kurangnya itu? MISS YOU MOM #1

Malam ini, malam ke-7 mamah tidur dengan tenang di alam abadinya.
Malam ke-7 saya tidak melihat lagi wajahnya.
Malam ke-7 saya tidak mendengar lagi suaranya.
Malam ke-7 saya tidak berbicara dengannya.
Malam ke-7 saya tidak memegang tangannya dan mencium tangannya.
Malam ke-7 saya tidak mendengar doanya untuk saya.
Entah tangan siapa lagi yang akan saya cium ditiap saya berangkat kuliah dan pergi-pergian?
Entah siapa lagi yang akan mendoakan saya ditiap saya mencium tangannya?
Entah siapa lagi orang yang akan selalu mengingatkan saya untuk membawa payung tiap hari?
Entah doa siapa lagi yang akan saya pinta ditiap saya melakukan sesuatu?
Entah siapa lagi yang akan saya ceritai keluhan saya saat saya mulai kurang fit?
Entah siapa lagi yang akan saya tanyai saat saya bingung menggunakan bumbu-bumbu dapur?
Entah siapa lagi orang yang harus saya tuju saat saya pulang ke rumah?
Entah siapa lagi orang yang akan saya tanyai pendapatnya saat saya membeli sesuatu yang baru?
MISS YOU MOM #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9

Saya benar-benar kehilangan dia ya?
Saya benar-benar tidak akan berjumpa dia lagi ya?
Saya benar-benar tidak bisa melihat senyumnya lagi ya?
Lantas siapa yang akan saya undang dengan terhormat dan teristimewa untuk datang di hari wisuda saya nanti?
Siapa yang akan menangis karena akan melepaskan saya di hari pernikahan saya nanti?
Siapa yang akan tersenyum bangga dan bahagia saat saya sukses nanti?
MISS YOU MOM #10 #11 #12 #13 #14 #15

Menurut ajaran agama saya, malam ke-7 merupakan malam terakhir arwah mamah berada di sekitar rumah.
Dan tandanya arwahnya serta fisiknya sudah benar-benar jauh dari rumah ini, rumah yang selama ini menjadi saksi interaksi kami berdua.
Pinta saya malam ini ya Alloh, biarkan saya bertemu dan berbicara kepada mamah untuk terakhir kalinya meskipun hanya lewat mimpi. Biarkan saya mengatakan padanya bahwa saya benar-benar mencintainya.
Entahlah akan sebesar apa gunung rindu saya pada mamah selama saya hidup.
Entah berapa ribu liter tetes air mata yang akan saya jatuhkan saat saya harus dengan tabah dan ikhlas memendam rasa rindu itu.

Mah, temani tidur titi malam ini saja.
Mah, ga ada kata yang pas buat nunjukkin rasa kangen titi sama mamah.
Besok, hari sabtu 18 Juni 2011 jam 06.30 akan jadi 7 X 24 jam mamah ninggalin titi.
Mah, sering-sering jengukin titi lewat mimpi ya mah.

MISS YOU ALWAYS MOM! MISS YOU ALWAYS DAD!
Bapa, mamah, sampein cita-cita dan keinginan titi ke Alloh yaaah biar titi bisa jadi anak mamah dan bapa yang kuat, tegar, dan bisa ngebanggain nama orang tua juga keluarga.
You are the best parent ever!
LOVE YOU LOVE YOU MISS YOU

“Bapa, jagain mamah disana!
Bapa sama mamah yang akur yaah disana!
Pa, mamah udah kangen banget sama bapa makanya nyusul bapa.
Makanya yang baik-baik disana yaaah.”

dialah sarasku dialah ibuku…

Oke, kita mulai dengan pertanyaan;
“Siapa wanita kuat yang kalian tahu?”

Kartini? Boleh!
Xena? Bisa!
Ibu Megawati? Boleh juga!
Saras 008? Oke oke!
Tomb Rider? Umm bisa juga!
Charlie’s angels? Ya ya ya bisa!

Boleh saya ajukan kandidat untuk diberikan embel-embel “MISS STRONGEST EVER”?
Boleh dong, namanya juga tulisan saya blog saya. hahaha…

Lantas siapa satu-satunya nominasi yang berhak menerima gelar MISS STRONGEST EVER itu?
Saya??
Oh jelas saja bukan, mungkin kata yang lebih tepat adalah BELUM! Ingat ya, BELUM!
Terus siapa dong? siapa dong? dong dong siapa?

Dialah ‘Saras’ku … dialah IBUKU …
Ibu Nonoj Ratna Suminar, seorang ibu yang sudah selama 57 tahun ini mengabdikan hidupnya untuk berbuat baik. amiin πŸ™‚
Bagi saya, dia adalah seorang wanita paruh baya yang paling layak diberi gelar MISS STRONGEST EVER.
Dia wanita terkuat yang pernah saya temui seumur hidup saya karena dia adalah ibu saya sendiri.
Lahir dari keluarga besar dengan kehidupan ekonomi pas-pasan, karakter pemimpin dan penyayang mamah sudah terlihat sejak kecil.
Dia adalah seorang anak yang berbakti kepada almarhum kedua orang tuanya dahulu (a.k.a alm. nenek dan abah jenat saya). Dia juga seorang adik yang baik dan penurut bagi kakak-kakaknya. Dan dia juga seorang kakak yang sangat penyayang bagi adik-adiknya. Dan yang paling penting, dia adalah sosok seorang ibu yang paling kuat, tegar, dan baik bagi anak-anaknya.

Memang apa yang sudah dia lakukan sampai sampai saya terus menerus memujinya dan menyebutnya sebagai ibu terkuat?
Baiklah akan saya jabarkan kepada anda semua, sekuat apakah ibu saya ini.
Selamat berdecak kagum…

Bukti kuatnya dimulai saat dia pertama kali menjadi seorang ibu, yaitu pertama kali melahirkan kakak perempuanku dan dilanjutkan dengan melahirkanku 10 tahun kemudian.
Sejak remaja hingga hari ini, dia merupakan seorang sosok wanita karir.
Dia membesarkan kedua anaknya dengan penuh perjuangan, dia bekerja demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa kenal lelah. Pagi, siang, sore, hingga malam hari pun tak ragu berteman dengannya.
Mendapat masalah, menangis kecewa, difitnah, dikucilkan di lingkungan kerja, dikhianati pernah ia alami.
Sampai-sampai dikecewakan oleh kedua anak perempuannya pun pernah ia rasakan.
Namun, satu hal yang pasti dia tak pernah menyimpan dendam sama sekali dan bahkan rasa sayang serta pedulinya terhadap sekitarnya semakin besar.
Mendapat ujian dan cobaan berat sudah bukan barang langka baginya.
Dimulai saat saya tepat duduk di kelas 2 SMP, mamah terserang penyakit kista hingga akhirnya dioperasi dan membuatnya tak dapat melakukan banyak hal seperti yang biasanya ia lakukan.
Berlanjut saat saya duduk di kelas 2 SMA, mamah resmi menyandang status janda. Alm. papah meninggalkan kami sekeluarga. Mamah kehilangan sosok pendamping hidup setianya.
Kejadian hari itu merupakan pukulan terberat bagi mamah.
Sejak saat itu hingga saat ini, mamah merupakan tulang punggung keluarga.
Dia membesarkan anak keduanya hingga anaknya bisa jadi sebesar ini, dan hingga anaknya bisa berkuliah.
Semua itu ia lakukan seorang diri.
Disaat mamah sedang tenang menanti masa pensiun, ujian datang kembali.
Rumah kami kecurian, uang tabungan mamah yang ditujukan untuk kuliah saya raib seketika.
Pukulan yang cukup membuat mamah trauma.
Selang beberapa tahun setelah itu, ujian berikutnya Alloh berikan kepada mamah.
Penyakit yang cukup ganas setiap harinya menggerogoti badan lemah mamah hingga detik ini.

DIABETES MELITUS dan KANKER STADIUM 4 berebut tempat di dalam badan mamah saat ini.
Membuatnya tiap hari semakin lemah.
Sudah kurang lebih 8 bulan mamah berjuang melawan kedua penyakit ini.
Namun, tak sekali pun aku dengar keluhannya karena menderita penyakit ini.
Dia tetap berusaha untuk tetap kuat.
Dan yang saya tahu mamah memang kuat dan bahkan she is the srongest woman ever.

I Love You more than anything in this world mom πŸ™‚
Maafin titi belum bisa jadi anak terbaik mamah dan malahan seringkali mengesalkan mamah.
LOVE YOU saraskuu! πŸ™‚

Untuk para pembaca di luar sana, jika kalian masih sempat membahagiakan ibu kalian, bahagiakanlah sekecil apapun itu.
Jangan sia-siakan dia yaaa.
Inget loh surga itu letaknya di bawah telapak kaki ibu kita masing-masing.
Ridho Alloh itu ridho orang tua!