Teruntuk kalian ‘disana’…

Bismillah…

Bapa, tak terasa sudah 4 tahun lamanya aku tak bisa menggunakan panggilan kesayangan  ‘Bapa’ untuk memanggilmu. Mamah, tak terasa sudah 1 tahun lamanya aku tak bisa menggunakan panggilan kesayangan  ‘Mamah’ untuk memanggilmu lagi. Bahkan mungkin lidah ini, diri ini, sudah tak ingat lagi betapa  nikmatnya memanggil kalian dengan sebutan ‘Bapa’ dan ‘Mamah’. Atau mungkin diri ini sudah tak ingat lagi bagaimana terakhir kalinya respon kalian atas panggilanku itu.

Entah mengapa Bapa, Mamah, mengapa baru aku sadari sekarang ini jika memanggil kalian dengan sebutan itu merupakan sebuah nikmat serta anugerah luar biasa yang telah Allah swt titipkan padaku, namun dengan piciknya nikmat itu, anugerah itu, tak pernah aku syukuri. Aku terlalu sibuk dengan sifat serta pemikiranku yang tak dewasa dan kekanak-kanakan, dimana  dengan sengajanya ku panggil kalian dengan intonasi kesal dan bahkan membentak. Astagfirullahaladzhim…

Entah mengapa kesadaranku sungguh terlambat. Hanya jika Allah mengizinkan ku untuk mengulang semua waktu yang telah ku sia-siakan itu, tak akan pernah aku membentak kalian sekali pun. Hanya akan ada panggilan lembut dan mulia bagi kalian berdua, Bapa dan Mamah. Hanya jika waktu itu dapat terputar kembali.

Namun, kemudian aku kembali lagi tersadar semua itu telah terlambat. Tak akan ada waktu yang dapat terputar kembali, tak akan ada waktu yang dapat diulang. Apa yang sudah terjadi, apa yang sudah aku lakukan di waktu lampau hanya bisa jadi ratapan penyesalanku saat ini. Saat dimana fisik kalian sudah tidak dapat kulihat lagi. Saat fisik kalian tak dapat ku sentuh lagi.

Mamah, Bapa, kini hanya melalui doa pada-Nya aku bisa ‘berkomunikasi’ dengan kalian. Hanya melalui doa pada-Nya aku bisa menyatakan betapa besarnya rasa sayangku pada kalian. Hanya melalui doa pada-Nya, aku bisa mengungkapkan penyesalanku dan perminta-maafanku pada kalian. Sungguh hanya melalui doa pada Allah swt.

Sungguh, Mamah dan Bapa, entah akan jadi sebesar apa rasa rinduku pada kalian. Entah sudah berapa ratus liter air mata yang aku teteskan saat rasa rindu itu teramat berat menghujam hatiku. Terkadang aku pun lelah dan tak cukup kuat untuk membendungnya. Namun, Alhamdulillah, nasehat kalian dahulu  yang selalu mengingatkan ku bahwa masih ada yang lebih mencintaiku di dunia ini dibanding kalian.  Bahwa masih ada tempat utama untukku mengadu di saat aku rapuh, saat aku tak kuat. Bahwa masih ada yang selalu bisa menguatkan aku. Hanya Dia. Ya, hanya Dia-lah Yang Maha Besar Allah swt. Dia-lah Penciptaku, Tuhanku Yang Esa.

Mamah, Bapa, restuilah anak mu ini agar bisa menjadi ‘sesuatu’. Menjadi ‘sesuatu’ yang mampu menebar benih kebaikan, menebar manfaat di sisa hidupnya. Serta bisa menjadi seseorang yang selalu takut, patuh, dan taat pada Tuhannya. Menjadi seseorang yang shalihah yang doa-doanya untuk kalian mampu menenangkan kalian ‘disana’.

Sungguh, tak ada yang lebih kunantikan dibanding saat kita sekeluarga bisa berkumpul kelak di surga. Saat dimana hanya akan ada panggilan lembut dan mulia yang akan aku persembahkan untuk kalian.

Ya, Allah, lapangkanlah serta terangilah kubur Ayah dan Ibuku. Jauhkanlah mereka dari siksa-Mu yang teramat berat. Serta pertemukan dan kumpulkanlah kami kembali di surga kelak, Ya Rabb. Hanya pada-Mu lah hambamu yang lemah ini meminta. Hanya pada-Mu lah aku bergantung. Hanya pada-Mu lah sesungguhnya hidup dan matiku, sadar dan tidurku, diam dan gerakku. Hanya Engkau Yang Maha Besar.

Amiiiiin Ya Robbal Alamin.

Advertisements

One comment on “Teruntuk kalian ‘disana’…

  1. Eki Akhwan says:

    I’m sure they can hear you there and receive your kindness in prayers and good deeds.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s