REFLECTION

Tertarik dengan salah satu judul note yang baru saja saya baca, padahal note itu sudah ada di dinding akun Facebook saya sudah lebih dari seminggu. “Hidupmu menurutmu…” itulah judul note karya senior saya yang membuat saya banyak berpikir tentang hidup.

Life is about act not thought!
Memang bener juga sih kalau yang namanya hidup itu tentang tindakan, bukan hanya tentang pemikiran-pemikiran yang jatuhnya sia-sia aja kalau tidak ada realisasinya. Namun, terkadang tindakan yang tepat justru lahir dari pemikiran-pemikiran mendalam yang direalisasikan tentunya.

Back to the note!
Ada sebuah quotation yang benar-benar bagus yang saya dapat dari note tersebut. Kutipan itu kurang lebih seperti ini;
“Kuat itu bukan tentang tidak pernah menangis ataupun mengeluh, tapi kuat itu lebih ke apa yang akan kita lakukan setelah kita menangis atau mengeluh itu.”

Berbicara tentang kuat, saya terkadang bingung sendiri.
Patokan untuk seseorang disebut dengan kuat sekarang ini apa?
Apa dengan bisa ngangkat barbel 5 kg bisa disebut kuat?
Atau dengan cara ngedorong pesawat terbang yang bisa disebut dengan kuat?
Makan beling?
Bisa karate sabuk hitam?
Atau menang tinju 2 juta ronde?

Banyak orang yang menyemangati saya untuk menjadi kuat sekarang ini.
Saya pun tak lupa untuk selalu berdoa dan meminta kepada Tuhan saya agar selalu dijadikan lebih kuat di tiap harinya.
Tapi, sejujurnya kuat yang gimana yang harus saya realisasikan?
Kuat dengan ga pernah nangis gitu? Lah kalau saya sedang sedih apa saya ga boleh nangis? Padahal nangis itu kan sehat, indah, dan jujur.
Atau kuat dengan selalu tersenyum? Lah kalau saya sedang sariawan apa saya harus tetap tersenyum? Yang ada malah bikin luka kan ya.

Kembali dan selalu inget kutipan yang saya dapat dari note senior saya itu.
“Kuat itu bukan tentang tidak pernah menangis ataupun mengeluh, tapi kuat itu lebih ke apa yang akan kita lakukan setelah kita menangis atau mengeluh itu.”

Jadi, boleh nangis, boleh ga selalu tersenyum, tapi cukup sebentar aja dan jadikan konsumsi pribadi.
Orang disekitar kita berhak liat yang ceria-ceria disekitarnya.
Jadi, setelah sebentar saja jadi orang yang “lemah” , yuk berubah lagi jadi orang yang “kuat”.
Meskipun terkadang ga segampang yang dibayang sih. πŸ™‚

Advertisements

2 comments on “REFLECTION

  1. _nui says:

    Hihi~~
    Lucu ya…

    Sayangnya saya bukan tipikal yang pintar menyembunyikan itu
    Poker Face emg dirasa jadi pilihan tepat utk beberapa saat
    Saya akui, saya memang lebih memilih nangis daripada sok kuat (kuat dalam kriteria org2)
    tapi sebisa mngkin sih nangisnya sembunyi-sembunyi

    haha~
    pengen banget lah bisa punya pikiran yg lebih dewasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s