dialah sarasku dialah ibuku…

Oke, kita mulai dengan pertanyaan;
“Siapa wanita kuat yang kalian tahu?”

Kartini? Boleh!
Xena? Bisa!
Ibu Megawati? Boleh juga!
Saras 008? Oke oke!
Tomb Rider? Umm bisa juga!
Charlie’s angels? Ya ya ya bisa!

Boleh saya ajukan kandidat untuk diberikan embel-embel “MISS STRONGEST EVER”?
Boleh dong, namanya juga tulisan saya blog saya. hahaha…

Lantas siapa satu-satunya nominasi yang berhak menerima gelar MISS STRONGEST EVER itu?
Saya??
Oh jelas saja bukan, mungkin kata yang lebih tepat adalah BELUM! Ingat ya, BELUM!
Terus siapa dong? siapa dong? dong dong siapa?

Dialah ‘Saras’ku … dialah IBUKU …
Ibu Nonoj Ratna Suminar, seorang ibu yang sudah selama 57 tahun ini mengabdikan hidupnya untuk berbuat baik. amiin πŸ™‚
Bagi saya, dia adalah seorang wanita paruh baya yang paling layak diberi gelar MISS STRONGEST EVER.
Dia wanita terkuat yang pernah saya temui seumur hidup saya karena dia adalah ibu saya sendiri.
Lahir dari keluarga besar dengan kehidupan ekonomi pas-pasan, karakter pemimpin dan penyayang mamah sudah terlihat sejak kecil.
Dia adalah seorang anak yang berbakti kepada almarhum kedua orang tuanya dahulu (a.k.a alm. nenek dan abah jenat saya). Dia juga seorang adik yang baik dan penurut bagi kakak-kakaknya. Dan dia juga seorang kakak yang sangat penyayang bagi adik-adiknya. Dan yang paling penting, dia adalah sosok seorang ibu yang paling kuat, tegar, dan baik bagi anak-anaknya.

Memang apa yang sudah dia lakukan sampai sampai saya terus menerus memujinya dan menyebutnya sebagai ibu terkuat?
Baiklah akan saya jabarkan kepada anda semua, sekuat apakah ibu saya ini.
Selamat berdecak kagum…

Bukti kuatnya dimulai saat dia pertama kali menjadi seorang ibu, yaitu pertama kali melahirkan kakak perempuanku dan dilanjutkan dengan melahirkanku 10 tahun kemudian.
Sejak remaja hingga hari ini, dia merupakan seorang sosok wanita karir.
Dia membesarkan kedua anaknya dengan penuh perjuangan, dia bekerja demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa kenal lelah. Pagi, siang, sore, hingga malam hari pun tak ragu berteman dengannya.
Mendapat masalah, menangis kecewa, difitnah, dikucilkan di lingkungan kerja, dikhianati pernah ia alami.
Sampai-sampai dikecewakan oleh kedua anak perempuannya pun pernah ia rasakan.
Namun, satu hal yang pasti dia tak pernah menyimpan dendam sama sekali dan bahkan rasa sayang serta pedulinya terhadap sekitarnya semakin besar.
Mendapat ujian dan cobaan berat sudah bukan barang langka baginya.
Dimulai saat saya tepat duduk di kelas 2 SMP, mamah terserang penyakit kista hingga akhirnya dioperasi dan membuatnya tak dapat melakukan banyak hal seperti yang biasanya ia lakukan.
Berlanjut saat saya duduk di kelas 2 SMA, mamah resmi menyandang status janda. Alm. papah meninggalkan kami sekeluarga. Mamah kehilangan sosok pendamping hidup setianya.
Kejadian hari itu merupakan pukulan terberat bagi mamah.
Sejak saat itu hingga saat ini, mamah merupakan tulang punggung keluarga.
Dia membesarkan anak keduanya hingga anaknya bisa jadi sebesar ini, dan hingga anaknya bisa berkuliah.
Semua itu ia lakukan seorang diri.
Disaat mamah sedang tenang menanti masa pensiun, ujian datang kembali.
Rumah kami kecurian, uang tabungan mamah yang ditujukan untuk kuliah saya raib seketika.
Pukulan yang cukup membuat mamah trauma.
Selang beberapa tahun setelah itu, ujian berikutnya Alloh berikan kepada mamah.
Penyakit yang cukup ganas setiap harinya menggerogoti badan lemah mamah hingga detik ini.

DIABETES MELITUS dan KANKER STADIUM 4 berebut tempat di dalam badan mamah saat ini.
Membuatnya tiap hari semakin lemah.
Sudah kurang lebih 8 bulan mamah berjuang melawan kedua penyakit ini.
Namun, tak sekali pun aku dengar keluhannya karena menderita penyakit ini.
Dia tetap berusaha untuk tetap kuat.
Dan yang saya tahu mamah memang kuat dan bahkan she is the srongest woman ever.

I Love You more than anything in this world mom πŸ™‚
Maafin titi belum bisa jadi anak terbaik mamah dan malahan seringkali mengesalkan mamah.
LOVE YOU saraskuu! πŸ™‚

Untuk para pembaca di luar sana, jika kalian masih sempat membahagiakan ibu kalian, bahagiakanlah sekecil apapun itu.
Jangan sia-siakan dia yaaa.
Inget loh surga itu letaknya di bawah telapak kaki ibu kita masing-masing.
Ridho Alloh itu ridho orang tua!

Advertisements

2 comments on “dialah sarasku dialah ibuku…

  1. _nui says:

    *peluk sitong*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s