BEE MOVIE

bee movie

bee movie

Satu lagi film animasi produksi Dreamworks yang saya suka yaitu “Bee Movie”. Dari judul film animasi ini, kita bisa menebak film tentang apakah ini. Apakah film tentang panda? Oh jelas bukan karena kalau film tentang panda, judulnya akan menjadi “Kungfu Panda”. Film tentang Beruang madu mungkin? Oh kalau itu namanya “Winnie the Pooh”. Atau semacam film tentang monster? Kalau itu judulnya Monster Inc. Bisa saja itu film tentang raksasa, tapi bukan! Kalau film raksasa itu judulnya “Godzilla”. Yasudah lah yah terlalu banyak meracau, saya rasa anda semua sudah pasti tahu kalau judulnya saja sudah “Bee Movie” tandanya film tentang lebah dan ga mungkin tentang gajah. Karena menurut kamus bahasa inggris-indonesia 50 juta kata, Bee=Lebah dan Movie=Film. Jadi, Bee Movie=Film Lebah. CUKUP MERACAUNYA SIT!!!!

*take a deep breathe

Setelah “Ratatouille”, “Bee Movie” merupakan film animasi keluaran Dreamworks yang saya sukai dan sepertinya saya mulai menyukai film-film animasi keluaran Dreamworks. Kenapa? Karena meskipun mereka memproduksi film animasi yang ditujukan untuk pasaran anak kecil, mereka selalu menyelipkan moral value di tiap filmnya. Kapan negara tercinta kita Indonesia ini bisa memproduksi (even) film animasi lucu yang bisa sekaligus mengajarkan moral value buat anak-anak yaa? Semoga. Amin.

“Bee Movie” keluar di pasaran tahun 2007 lalu sebenarnya, namun entah memang saya kemana ajaa, sampe baru nonton film ini beberapa hari yang lalu. Itu pun nontonnya di salah satu stasiun tv swasta yang kebetulan sedang menyiarkan film ini.

Film ini menceritakan tentang kehidupan seekor lebah bernama Barry B. Benson. Barry merupakan seekor lebah yang baru lulus sekolah. Dan sesuai tradisi lebah di sarang itu, setiap murid yang sudah lulus sekolah akan langsung bekerja di perusahaan Honex -sebuah perusahaan pembuat madu- di New Hive City. Setiap lulusan akan memilih jenis pekerjaan apa yang mereka inginkan di perusahaan Honex tersebut, dan dengan catatan bahwa pekerjaan tersebut akan dilakukan selama hidup mereka. Saat semua lebah sudah menentukan jenis pekerjaan apa yang mereka inginkan, Barry adalah satu-satunya lebah yang tidak memilih pekerjaan. Dia lebih memilih untuk keluar dari sarangnya dan melihat dunia luar yang menurutnya akan lebih menyenangkan dan lebih menantang.

Sampai pada suatu saat, Barry memiliki kesempatan untuk keluar dari sarangnya bersama pasukan pengumpul nektar. Namun, ditengah-tengah pencarian Barry terpisah dari pasukan tersebut, dan bertualang sendirian di dunia luar sampai akhirnya bertemu dengan seorang florist cantik bernama Vanessa. Vanessa merupakan wanita yang cantik dan baik hati. Kebaik-hatiannya lah yang membuat Barry ingin berterimakasih secara langsung kepada Vanessa karena telah menyelamatkannya. Sehingga Barry pun melanggar peraturan utama para lebah, yaitu tidak boleh berbicara pada manusia.

Sejak pertemuannya dengan Vanessa, Barry dan Vanessa berteman baik dan dari pertemanan tersebut, Barry mengetahui bahwa selama ini madu yang dibuat oleh para lebah dinikmati dan dikonsumsi oleh manusia secara bebas selama berabad-abad. Karena merasa bahwa madu merupakan milik para lebah dan manusia tidak memiliki hak untuk mengkonsumsinya, Barrry mengajukan gugatan kepada para produsen madu. Gugatan dan tuntutan ini sontak menyita perhatian semua orang. Karena untuk pertama kalinya, diadakan persidangan antara lebah dan manusia. Kasus ini pun dimenangkan oleh Barry, dan sejak saat itu manusia tidak lagi diperbolehkan mengkonsumsi madu dan seluruh produksi madu yang ada di dunia di tarik dan dikembalikan kepada para lebah.

Pengembalian ini ternyata tidak berdampak positif seperti apa yang dibayangkan Barry. Sejak pengembalian madu kepada para lebah, semua lebah tidak lagi bekerja dan keseimbangan ekosistem pun terganggu. Serbuk sari bunga yang biasanya disebarkan oleh para lebah, kini menjadi tidak tersebar seperti seharusnya. Menyebabkan bunga-bunga yang ada di seluruh dunia pun layu dan mati. Stok bunga di seluruh dunia pun menjadi terbatas, hal ini berdampak negatif pula pada usaha Vanessa. Toko bunga milik Vanessa ditutup karena tidak ada bunga lagi yang mekar seperti seharusnya.

Lalu, apa yang akan dilakukan Barry untuk menyelesaikan masalah besar yang dia timbulkan ini? Akankah Vanessa membantu Barry lagi? Akankah para lebah berhenti bekerja selamanya dan krisis bunga terjadi terus menerus?

Mau tahu jawabannya, langsung cari aja deh dvdnya di toko-toko terdekat di rumah anda. Yang jelas, meskipun film ini adalah film animasi, namun moral valuenya ga kalah sama film action *loh?. Film ini akan mengajarkan kepada kita banyak pesan positif, diantaranya; gotong royong, “think out of the box”, berpikir panjang, dsb. No regret for watching this πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s